Crop Circle, Kolaborasi Alien dengan Manusia

Ariasdi, 28 Januari 2011

    1. PENDAHULUAN

Crop circle pada saat tulisan ini dibuat sedang menjadi topik hangat, menyingkirkan (untuk sementara) beberapa isu-isu sosial lainnya. Berawal dari keterkejutan Ngadiran (60 tahun) di sekitar persawahan di desa Berbah, Sleman, Yogyakarta. Padi di sawahnya rubuh. “Seperti dilewati hewan besar”, katanya menerangkan. Namun setelah dipotret seorang anak bernama Rozi, terlihat padi yang rubuh tersebut membentuk pola geometris yang mirip fraktal, membentang hingga enam kotak sawah. Jika satu kotak sawah berukuran 10 x 10 meter, maka diameter pola tersebut mencapai lebih kurang 60 meter. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Minggu, 23 Januari 2011.

Belum usai keheranan masyarakat dengan temuan di desa Berbah, pada Selasa (25/1/2011) pukul 13.00 dilaporkan lagi temuan sebuah pola yang nyaris sama. Kali ini terdapat di sekitar persawahan tepi jalan raya di desa Piyungan-Prambanan, tepatnya Dusun Wanujoyo Kidul, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari crop circle pertama di Berbah, Sleman. Temuan yang ke dua ini berukuran relatif lebih kecil, sekitar 30 hingga 40 meter. Visual yang ditampilkan juga kurang memperlihatkan pola secara keseluruhan karena tidak ada tempat ketinggian yang terdapat di sekitarnya untuk merekam gambar yang tercipta.

Media massa elektronik, cetak maupun jejaringan sibuk mengupas dan mengulas topik tersebut. Beberapa pakar dari berbagai disiplin ilmu didatangkan. Dari keseluruhan kupasan dan ulasan yang ditampilkan terdapat dua pendapat yang saling mempertahankan hipotesisnya. Sebagian ilmuwan mengatakan bahwa crop circle tersebut dibuat oleh manusia. Pendapat yang lain mengatakan bahwa itu adalah pola yang ditinggalkan oleh mahluk yang tidak terdeteksi (unidentified flying object ‘UFO’) yang disebut alien.

    2. PENGERTIAN CROP CIRCLE

Istilah crop awalnya muncul dalam desain grafis. Crop atau cropping digunakan untuk menggunting/membuang sebagian gambar/visual yang tidak diperlukan. Sebagai contoh, jika Anda hanya menginginkan gambar Anda saja yang diambil dari keseluruhan tampilan dalam satu frame foto, maka Anda harus meng-crop gambar yang lainnya, baik dengan mempergunakan teknologi komputer atau secara manual dengan mempergunakan gunting, cutter atau alat lainnya.

Kalau cirle bisa diterjemahkan sebagai bentuk yang melingkar, maka Crop Circle dapat disimpulkan sebuah perlakuan/kegiatan membuang beberapa bagian bentuk yang tidak diperlukan dengan pola-pola/patron melingkar. Kegiatan yang sama jika dilakukan di atas karton atau spoonhard biasa juga disebut cut out. Hasilnya dapat digunakan sebagai patron untuk sablon.

Belakangan istilah crop circle digunakan untuk menamai rubuhnya sebagian batang gandum, tebu dan padi pada hamparan luas yang hampir dipanen dengan arah berputar teratur seperti pusaran. Peristiwa rubuhnya itu diyakini sebagai upaya menghilangkan (cropping) bagian yang tidak diingini. Setelah dilihat dari kejauhan dan ketinggian tertentu maka terlihat patron atau pola dekoratif yang sangat artistik.

    3. SEJARAH CROP CIRCLE

Fenomena terjadinya crop circle (selanjutnya ditulis CC) sudah dimulai sejak abad ke-17. Diyakini bahwa yang membuat bentuk-bentuk geometris tersebut adalah mahluk asing yang tidak terdeteksi (UFO). Keyakinan tersebut timbul melihat hasil karya yang tercipta begitu monumental dengan tingkat kesulitan tinggi serta memperhitungkan kaedah matematis terstruktur. Di samping itu, waktu pengerjaannya relatif singkat, dilakukan (biasanya) di malam hari, menambah keyakinan bahwa karya tersebut dibuat oleh mahluk cerdas dari dunia lain (alien).

Pada tahun 2004 BBC melansir sebuah tulisan dari David Kingston, seorang pemerhati CC. Dalam tulisannya “the History of Crop Circle” Kingston mengungkapkan pengalamannya pada malam hari melihat tiga bulatan terpisah yang berukuran diameter enam kaki, bercahaya terang, berterbangan di atasnya selama tiga jam di puncak Bukit Clay, Australia. Setelah fajar dilihatnya sebuah lingkaran tercipta di ladang gandum yang berada di kaki bukit tersebut. Peristiwa itu menggemparkan Australia pada tahun 1966. Sejak saat itu Kingston menjadi pemerhati CC.

Dalam pencariannya itu, Kingston menemukan dalam literatur Prancis mengenai fenomena aneh di pinggir kota Lyon. Seorang pendeta di Lyon menamakannya “karya jin” yang dibuat di sebuah ladang gandum berupa “lingkaran rata”.

Beberapa petani juga mengaku kepada Kingston pernah melihat yang sama, namun tak ada gambar. Ada juga pilot yang bercerita kepada Kingston melihat lingkaran-lingkaran aneh dan bahkan memfotonya.

Lingkaran-lingkaran itu ternyata bukan hanya muncul di ladang gandum, namun juga di rumput dan bahkan tanaman seperti bit, tebu dan sawah seperti terjadi di Jepang. Bahkan di Afghanistan, ada yang melihat lingkaran serupa di salju pegunungan yang bertinggi 4.000 meter di atas permukaan laut.

Sejak itu, Kingston memulai penelitian yang disebutnya Penyelidikan Fenomena Tanaman. Kingston bekerja sama dengan sejumlah lembaga termasuk laboratorium Dr. William Levengood di Amerika. Mereka mengumpulkan sampel CC dari berbagai belahan dunia. Hasilnya ditampilkan di jurnal ilmiah.

Sejarah munculnya CC pertama kali terjadi di Inggris pada tahun 1647. Setelah kurun waktu tersebut, ribuan CC telah tercipta. Sejak 1980 tidak kurang dari 10.000-an CC terdapat di seluruh dunia, khususnya di Inggris, Kanada, Australia dan Jepang.

Berikut runtutan sejarah terciptanya CC dari masa ke masa yang dihimpun oleh tim Vivanews.com.

1647: The Mowing Devil atau ‘Setan Pemotong’

Tahun 1647 menandai kemunculan pertama CC. Lokasinya di Berkshire, Inggris. Fenomena ini dicatat dalam sebuah pamflet d potongan kayu dan dikenal dengan sebutan ‘The Mowing Devil’. Pamflet itu menceritakan seorang petani yang menolak biaya potong gandum yang kelewat, dan mengaku lebih suka menyewa jin. Disebutkan, CC yang muncul di tahun 1647 itu kemungkinan hasil karya jin.

1880: Laporan Jurnal Nature

Seseorang bernama Brandon Meland melapor ke Jurnal Nature. Ia mengaku menemukan beberapa pola berbentuk lingkaran raksasa di ladangnya. Ia menduga itu ada kaitannya dengan angin puting-beliung.

1966: Landasan piring terbang di Tully, Australia

Kabar soal keberadaan CC sempat mereda selama berpuluh-puluh tahun. Berita soal fenomena aneh itu kembali meledak pada 1966 di Tully, Australia. Seorang petani pisang, George Pedley, mengaku melihat sebuah obyek seperti piring terbang melesat dari kawasan sebuah laguna. Pedley lantas menemukan adanya formasi sirkuler berukuran besar, yang lantas disebut-sebut merupakan area bekas pendaratan piring terbang itu.

Penyelidikan polisi menemukan ada lima formasi serupa di dekat lokasi itu. Disimpulkan, itu adalah akibat ‘Willy-willy’, badai sirkuler kecil di wilayah tropis.

1978: Crop buatan Bower dan Chorley

Di tahun 1970-an, CC mewabah di Inggris dan menarik perhatian media massa dunia. Pada tahun 1978, Doug Bower dan Dave Chorley mulai membuat CC di malam hari. Mereka berharap ini akan menarik perhatian media massa. Namun, upaya mereka selalu gagal karena terus disapu angin. Pada tahun 1981, mereka membuat formasi yang lebih kompleks di Winchester.

Ulah mereka baru terkuak pada tahun 1991 dan mereka pun mengakuinya di hadapan publik. Penyebabnya: Bower harus meyakinkan istrinya bahwa dia sering ke luar malam-malam bukanlah untuk berselingkuh.

Setelah Chorley meninggal mendadak pada 1996, Bower bekerja sendirian membuat CC; kali ini demi seni.

1991: Formasli Kastil Barbury

Formasi CC makin kompleks di tahun 1980-an. CC di Kastil Barbury di Wiltshire menunjukkan pola yang jauh lebih rumit. Inilah kali pertama, ada CC yang bentuknya tak simeteris dan diklaim merupakan bukti pola matematis alam semesta. Asal-usul CC ini masih misterius sampai sekarang.

1992: Kompetisi CC Buckinghamshire

Sebanyak 12 tim mengikuti kompetisi untuk menciptakan tipuan CC terbaik demi memperebutkan hadiah sebesar 5.200 poundsterling.

Kerja besar pun dimulai. Ada tim yang bahkan menggunakan helikopter untuk menurunkan pipa dan tangga. Ada juga yang memilih cara sederhana, menggunakan mesin pemotong rumput. Menurut penyelenggara, hasil karya peserta membuktikan bahwa CC sekompleks apa pun bisa jadi hanya tipuan manusia.

1992: Pembuat Tipuan CC Dihukum

Di Hungaria, dua petani muda ambisius untuk kali pertama dihadapkan ke pengadilan gara-gara CC. Baru berusia 17 tahun, Gabor Takacs dan Robert Dallos membuat CC berukuran besar di ladang gandum di luar Budapest. Tiga bulan kemudian, mereka mengakui ulah itu di televisi. Pemilik ladang yang geram akhirnya menuntut mereka atas kerusakan yang telah mereka akibatkan.

1995: Lahirnya Circlemakers.org

Pada tahun 1995, grup Circlemakers membuat sebuah situs berisi berbagai informasi tentang CC, forum diskusi online, bahkan instruksi bagaimana membuat CC.

2002: Dokumentasi Discovery Channel

Pada tahun 2002, Discovery Channel meminta lulusan Universitas MIT, Boston, AS, untuk membuat CC dan mendokumentasikannya dalam tayangan dokumenter berjudul: “Crop Circles: Mystery In the Fields.” Tujuan acara itu untuk menunjukkan kemunculan pola sirkuler ini bisa jadi cuma sebuah tipu-daya belaka.

    4. ASPEK DESAIN POLA CROP CIRCE

Secara grafis, pola yang terbentuk oleh CC merupakan dominasi pola geometris melingkar. Rata-rata memiliki menerapkan keseimbangan simetris, yang artinya apabila ditarik garis lurus memotong tepat pada sumbu pola tersebut akan terbentuk sebuah gambar pencerminan. Gambar yang satu merupakan pola pertama, sementara yang satunya lagi pencerminannya.

Pola CC yang lainnya merupakan repetisi (pengulangan) bentuk dengan teknik penggandaan (copy paste) transformasi rotasi dengan cara memindahkan sumbu awal gambar tersebut ke titik horizontal dan vertikal tertentu. Cara ini saya namakan dengan ‘teknik repetitif melintir’.

Dua bentuk pola di atas, dengan bantuan software grafis dapat dibuat dengan cepat dengan hasil yang menakjubkan.

Pola lain yang dapat ditemukan merupakan gambar realis didekoratifkan dengan mengambil citra aslinya.

    5. TEKNIK MEMBUAT DESAIN CC

Berikut akan saya praktekkan cara membuat desain CC dengan mempergunakan sistem manual atau dengan bantuan software grafis berbasis vector, seperti CorelDraw, Adobe Illustrator dan sejenisnya. Sebagai sampel akan saya bedah beberapa gambar CC di atas.

    a. Teknik Pencerminan

Teknik ini dapat dibuat secara manual dengan mempergunakan jangka biasa. Buat sebuah garis lurus sebagai pedoman untuk menancapkan jarum jangka. Selanjutnya tinggal membuat lingkaran-lingkaran berbagai ukuran dengan titik sumbu berada di sepanjang garis yang dibuat pertama, kecuali untuk bagian mata dan antena di kepala. Berbagai kreasi dapat diciptakan dengan teknik seperti ini.

    b. Teknik Repetitif Melintir

Kali ini kita gunakan CorelDraw. Cukup dengan membuat dua bentuk seperti gambar I. Group ke dua gambar tersebut. Klik sekali lagi agar muncul bullet memutar benda (gambar II). Pindahkan poros gambar dengan teknik klik dan drag (gambar III). Buka Transformation Tool + Rotation (Alt+F8). Isi kotak dialog angle dengan nilai 120, yang artinya akan dipelintir 120 derjat mengitari sumbu.  Selanjutnya klik sebanyak dua kali pada apply to duplicate, karena kita menduplikatkan gambar tersebut sebanyak dua kali. Hasilnya seperti yang terdapat pada gambar IV. Tambahkan lingkaran sebagai bingkai untuk sentuhan akhirnya (gambar V).

    c. Teknik Dekoratif Realis

Selanjutnya teknik membuat foto menjadi pencitraan seperti gambar di atas. Saya coba mengolah gambar saya sendiri (narsis amat :)). Pengolahannya dapat menggunakan Photoshop atau CorelDraw. Kita coba dengan CorelDraw saja.

Import gambar ke atas lembaran kerja (stage) CorelDraw. Klik bitmap yang terdapat pada  menubar, sorot mode dan klik Black and White I (gambar I). Ubah convertion menjadi lineart (gambar II). Atur treshold sesuai selera dengan mengubah nilai angka atau mendrag scrolling. Anda juga dapat menggeser prevew dengan jalan mendrag tampilan gambar berwarna di sebelah kiri guna melihat bagian yang dirasa masih perlu diperbaiki tingkat kepekatan atau kecerahannya (gambar III). Jika sudah sesuai selera, klik OK (gambar IV). Mudah bukan? Inilah teknologi! Silahkan dicoba pada foto Anda.

    6. CARA MEMBUAT DI ATAS JERAMI/PADI

Langkah pertama yang dilakukan tentu saja bagaimana menerapkan sketsa di atas kertas ke media sebenarnya. Mudah sekali! Caranya? Kita skala-kan saja gambar yang dibuat di atas kertas tersebut.

Kita ambil contoh gambar di atas. Dengan pedoman utama titik pusat lingkaran. Tarik diameter. Kemudian buat garis perpotongan 90 derjat memotong garis diameter. Selanjutnya buat garis sejajar garis diameter ke titik-titik yang dirasa sebagai kunci untuk pedoman pengukuran. Setelah jadi, ukur dengan mempergunakan centimeter setiap titik perpotongan tersebut. Skala-kan sesuai kebutuhan di lapangan, misalnya 1:100 artinya jarak 1 cm yang terdapat di atas kerta sama nilainya dengan 100 cm di lapangan (1 m). Begitu seterusnya dengan gambar yang lainnya.

Pekerjaan tersebut dapat dikatakan sebagai proyek monumental. Perlu sebuat tim yang cukup solid untuk mengaplikasikannya ke media sebenarnya, mulai dari perancangan (sketsa), metodologi serta riset lapangan.

Dalam metodologi pengerjaan diperlukan langkah kerja yang terstruktur sekuensial. Hindari mengerjakan sesuatu yang seharusnya dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya. Dimulai dari penentuan titik pusat lingkaran sebagai pedoman utama, teknik membuat segitiga siku-siku secara manual, menarik garis sejajar, merupakan kemampuan dasar yang mutlak harus dikuasai.

Setelah sketsa selesai, lakukan cropping bagian yang disepakati untuk direbahkan. Searah jarum jam merupakan arah yang sangat digemari. Rebahkan bagian yang paling pinggir terlebih dahulu agar hasilnya rapi, baru kemudian melingkar dan berakhir di bagian tengah. Lakukan proses ini sampai selesai.

Bagaimana cara merebahkannya? Bisa dengan mempergunakan injakan papan yang panjangnya bervariasi, bisa dengan lindasan seperti roda yang memiliki bobot yang cukup untuk merundukkan tanaman.

    a. Teknik Papan, Patok, Tali dan Injakan

Jika mempergunakan papan dengan cara menginjak seperti yang terdapat di video-video memakan waktu yang cukup lama dalam mengerjakannya. Diperlukan injakan paling tidak tiga kali di tempat yang sama untuk merebahkan setumpuk jerami/padi tersebut sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Dapat dikalkulasikan secara matematis waktu yang tersita untuk itu. Sebuah kerja yang tidak efisien, memboroskan waktu dan tradisional sekali.

    b. Dengan Roda dan Motor

Teknik lindasan dengan roda jauh lebih efisien dan praktis. Apalagi jika alat pelindas tersebut dilengkapi motor dan stang yang dapat diatur kecepatan dan dikontrol arah tujuannya. Dikendalikan seperti mesin pembalik tanah petani. Suaranya kan jadi sedikit berisik seperti helikopter? Nggak apa-apa, biar disangka UFO J.

Keseluruhan cara di atas, mulai dari rancangan desain hingga mengaplikasikannya adalah CC yang dibuat oleh manusia. Diperlukan kreatifitas, teamwork yang solid, dan kemampuan  untuk membuat sensasi.

    7. APLIKASI CROP CIRCLE DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Menurut sejarah dan bukti-bukti berupa foto, CC banyak ditemui di ladang-ladang gandum di Inggris. Dengan hamparan luas ladang sedemikian lebar, maka pola CC dapat dibuat sepuasnya dalam ukuran sebesar-besarnya.

Bentuk-bentuk yang dibuat dengan cara CC ini jika Anda jeli, dapat juga ditemukan di sekitar kita. Bagi Anda penggemar sepak bola, pola yang dibuat di atas lapangan rumput merupakan aplikasi CC dengan menerapkan berbagai motif, tergantung kreatifitas yang mengelola lapangan tersebut. Lapangan yang menerapkan pola CC ini pada umumnya terdapat di luar negeri karena kualitas rumputnya memenuhi standar kelayakan. Pola ini dapat dimanfaatkan wasit garis sebagai penolong dan pedoman melihat pelanggaran off side pemain.

CC juga menjadi inspirasi untuk diterapkan pada rambut manusia. Secara mikro, rambut hampir sama dengan tumbuhan serealia lainnya, seperti padi, jagung dan gandum.

Nah, silahkan lengkapi daftar CC ini dengan melihat dan memperhatikan lingkungan Anda. Yang di atas hanyalah segelintir contoh.

    8. CROP CIRCLE SLEMAN BUATAN MANUSIA ATAU ALIEN?

Sebuah pertanyaan yang menimbulkan pro dan kontra. Hal ini tidak ubahnya seperti pembuktian yang dilakukan oleh ilmuwan dengan rohaniawan dalam membaca dan menyimpulkan gejala yang terjadi di alam semesta (baca artikel: Gempa, Energi dan Alam Semesta). Sama-sama mengumpulkan dalil dan postulat untuk membuktikan hipotesanya, yang berbuntut saling menafikan satu dengan lainnya. Ah…, padahal mudah saja…

OK, sekarang kita baca argumen yang dikemukakan oleh kedua kubu di atas, kita namakan saja kubu yang ‘berargumentasi manusia’ dan ‘berargumentasi alien’.

    a. Berargumentasi Manusia

–          Dijumpai lubang sedalam 25cm dan lebar 4cm persis di tengah lingkaran CC yang diduga sebagai sumbu acuan gambar.

–          Batang padi rebah dan akarnya tercerabut.

–          Terdapat jejak-jejak kaki manusia yang sebelumnya tertutup oleh batang padi yang roboh.

–          Tidak ditemukan radiasi meteorit asing yang berbeda dengan kandungan tanah untuk menunjukkan bahwa lahan tersebut dikunjungi mahluk lain.

–          Terdapat saluran tegangan ekstra tinggi (sutet) melintasi areal persawahan sebagai penghalang benda dari atas menuju ke bawah.

–          Tidak terjadi gangguang gelombang udara pada malam kejadian, menurut pengakuan seorang warga yang sedang menonton televisi di malam itu. Signal televisi bagus karena saya menonton liga Inggris malam itu, katanya melanjutkan.

–          Arus listrik tidak mati sepanjang malam.

–          Menurut kesaksian warga sekitar, tidak ada angin kencang sebelum fenomena aneh tersebut ditemukan sekitar pukul 13.00. Hujan disertai angin justru terjadi setelah ditemukannya crop circle tersebut lebih kurang mulai pukul 14.00.

Kesimpulannya; CC yang terdapat di Sleman tersebut dibuat oleh manusia dengan tujuan seni, sensasi dan upaya mengaktualisasikan diri.

    b. Berargumentasi Alien

–          Kejadiannya begitu cepat, mustahil dibuat manusia biasa. Sore hari tumbuhan padi masih utuh. Hanya beberapa saat diketahui sebagian padi rebah dan membentuk pola yang sangat rapi, bentuknya amat teratur.

–          Dibuat di malam hari. Mustahil dengan penerangan tidak memadai dapat membuat cropping dengan ukuran sebesar itu.

–          Terdengar suara menderu selama lebih kurang tiga puluh menit seperti suara helikopter. Dengan gelombang getaran suara inilah tanaman padi tersebut rebah dan membentuk pola.

Kesimpulannya; Dengan ion-ion yang tidak terdeteksi, CC di Sleman dibuat oleh mahluk yang tidak terdeteksi (UFO). Pesawat (piring terbang) yang dikendarainya tidak mendarat, melainkan berhenti di udara karena ada sutet di bawahnya. Inilah sebabnya mengapa tidak ditemukan radiasi di persawahan tersebut, tanaman tidak terbakar dan bengkok, melainkan rebah.

Dari ke dua argumen di atas, jelas yang paling diterima nalar adalah argumen pertama, yang menyatakan CC di Sleman tersebut dibuat oleh manusia dengan segala kreatifitasnya. Kemampuan untuk mewujudkan sebuah karya seni dan berkreasi dengan menggunakan media tiada batas dapat diakomodir bagi daerah seperti Yogyakarta. Bukankah sebagian orang-orang kreatif di bidang kesenirupaan menimba ilmu dan bermukim di daerah tersebut?. Lingkungan dapat menjadi inspirasi dan membangkitkan motivasi.

Dengan demikian mereka yang membuat CC tersebut kreatif? Sebagai pekerja untuk menggerus ‘ia’. Namun sebagai desainer yang merupakan cikal karya tersebut tercipta saya katakan ‘belum’, jika mereka (yang membuat CC) tersebut tidak dapat membuktikan klaim dari seorang Jerman Andreas Muller. Menurut Nancy Talbott melalui, Direktur The BLT Research Team Inc, dan berkedudukan di Cambridge, Massachusetts, AS, mengatakan bahwa diagram awal dari pola tersebut dibuat Muller berdasarkan foto yang dilihatnya selama ini setelah menyelidiki CC bertahun-tahun, tulisnya melalui e-mail ke tribunnews.com. Siapa yang mencontoh siapa?

Kreasi CC merupakan salah satu karya seni yang dapat digolongkan ke dalam kategori ‘seni rupa instalasi’. Seni rupa instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Materialnya dapat digunakan benda apa saja yang ada di lingkungan kehidupan sehari-hari, dengan ukuran tida batas. Tinggal kemampuan imajinasi menggabungkannya dengan mempergunakan kaedah-kaedah kesenirupaan serta kemampuan berbicara dalam mempertahankan argumentasi dari karya yang dihasilkan. Terserah Anda,  mengerti atau tidak, tertarik atau malah menertawakan karya mereka.

Kalau begitu, pendapat yang menyatakan bahwa CC itu dibuat oleh alien, UFO atau ion-ion yang tidak dikenal merupakan kesimpulan yang keliru? Tidak seluruhannya salah! Alien itu ada! UFO itu ada! Ion-ion yang tidak dikenal itu juga ada. Ha?! Di planet manakah? Berapa jarak planet mereka dari permukaan bumi? Bagaimana bentuk mereka? Benarkah seperti yang dilihat di film-film? Piring terbang itu nyata?

Ya, alien itu ada di sekitar Anda! Dia tidak berada di planet lain yang antah berantah. Mahluk yang tidak terdeteksi itu merupakan bagian dari kehidupan kita di permukaan bumi ini. Piring terbang itu kendaraan mereka mengarungi atmosfer alam. Ion-ion mereka bebas berkeliaran dan menghampiri apa saja yang dirasa perlu dihampirinya. Jika menyerang tanaman dengan radiasinya mengakibatkan tanaman tersebut terlihat seperti terbakar dan bengkok.

Serangannya tiba-tiba dan cepat sekali melalui angin sebagai pengantar. Dalam hitungan detik gandum atau padi dapat musnah sebagian atau keseluruhan!! Itulah yang dialami seorang petani di tahun 1647. Angin puting beliung tiba di malam hari, dalam sekejap sebagian gandum siap panennya rebah. Betapa jengkelnya ia. Diproklamirkanlah itu sebagai ‘perbuatan setan’ (‘mowing evil’), saking jengkelnya. Namun ternyata gandum yang rebah tersebut membuat pola yang menakjubkan jika dilihat dari kejauhan dan ketinggian tertentu. Sebuah pola multi interpretasi. Seperti halnya Anda melihat lukisan awan di angkasa, dapat diterjemahkan sesuai tingkat imajinasi Anda.

Fenomena rubuhnya sebagian padi atau gandum ini biasanya ditemui pada saat hampir panen. Angin kencang di malam hari menerpa tanaman yang memang sudah berat dan sarat oleh bulir padi. Semakin dibebani oleh siraman embun dan hujan. Jika hamparan sawah tersebut luas dan lapang, lihatlah dari kejauhan. Mainkan imajinasi Anda. Anda akan menemukan gambar atau pola yang tidak masuk di akal. Inilah yang mengilhami manusia untuk merancang CC lebih baik, lebih rapi, lebih bermakna dan, tentu saja lebih kolosal. Petani juga tidak keberatan padi atau gandumnya digerus karena memang beberapa hari lagi akan dipanen! Festival dan kompetisi membuat CC-pun diadakan secara berkala.

    9. ADAKAH KEHIDUPAN LAIN SEPERTI DI BUMI DI JAGAD RAYA INI?

Bagi sebagian orang mungkin sulit menerangkannya, tapi mudah untuk dijawab. Jika itu pertanyaan Anda, maka Anda harus keluar dari orbit bumi ini untuk membuktikannya. Sebagai contoh, jika Anda ingin kepastian di Kutub Selatan itu ada salju, Anda harus meninggalkan Indonesia untuk memastikannya. Kejauhan? Berat di ongkos? Itu dapat diatasi melalui gambar atau video yang dijepret orang yang pernah ke sana. Semakin tinggi bobot pertanyaan Anda, maka Anda juga harus siap meningkatkan bobot kemampuan Anda dalam menerima jawabannya.

Melalui gambar akan saya ajak Anda keluar orbit bumi. Silahkan Anda perhatikan gambar yang diambil dari satelit canggih di bawah ini. Gambar tersebut dinamakan ‘bima sakti’ atau ‘milky way’.

Cakram bintang Bima Sakti kira kira berdiameter 100.000 tahun cahaya (9.5×1017 km), dan diperkirakan rata rata mempunyai ketebalan 1000 tahun cahaya (9.5×1015 km). Bima Sakti diestimasikan mempunyai setidaknya 200 milyar bintang dan mungkin hingga 400 milyar bintang. Angka pastinya tergantung dari jumlah bintang bermassa rendah, yang sangat sulit dipastikan. Melebihi bagian cakram bintang, terletak piringan gas yang lebih tebal. Observasi terakhir mengindikasikan bahwa piringan gas Bima Sakti mempunyai ketebalan sekitar 12.000 tahun cahaya (1.1×1017 km) – sebesar dua kali nilai yang diterima sebelumnya. Sebagai panduan ukuran fisik Bima Sakti, sebagai misal kalau diameternya dijadikan 100 m, Tata Surya, termasuk awan oort, akan berukuran tidak lebih dari 1 mm.

Cahaya galaksi memancar lebih jauh, tapi ini dibatasi oleh orbit dari dua satelit Bima Sakti yaitu Awan Magellan Besar dan Kecil (the Large and the Small Magellanic Clouds), yang memiliki perigalacticon kurang lebih 180.000 tahun cahaya (1.7×1018 km). Pada jarak ini dan lebih jauh selanjutnya, orbit-orbit dari obyek sekitar akan didisrupsi oleh awan magelan, dan obyek obyek itu kemungkinan besar akan terhempas keluar dari Bima Sakti.

Perhitungan terakhir oleh teleskop Very Long Baseline Array (VLBA) menunjukkan bahwa ukuran Bima Saki adalah lebih besar dari yang diketahui sebelumnya. Ukuran Bima Sakti terakhir sekarang dipercaya adalah mirip seperti tetangga galaksi terdekat, galaksi Andromeda. Dengan menggunakan VLBA untuk mengukur geseran daerah formasi bintang-bintang yang terletak jauh ketika bumi sedang mengorbit di posisi yang berlawanan dari matahari, para ilmuwan dapat mengukur jarak dari berbagai daerah itu dengan assumsi yang lebih sedikit dari usaha pengukuran sebelumnya. Estimasi kecepatan rotasi terbaru dan lebih akurat (yang kemudian menunjukan dark matter yang terkandung di dalam galaksi) adalah 914,000 km/jam. Nilai ini jauh lebih tinggi dari nilai umum sebelumnya 792,000 km/jam. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa total masa Bima Sakti adalah sekitar 3 trilliun bintang, atau kira kira 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Gambaran di atas baru satu galaxi Bimasakti yang diuraikan, sementara pada tahun 1924 astronom Amerika Edwin Hubble menyatakan bahwa galaxi Bimasakti hanyalah satu dari beberapa ratus milyar galaxi yang dapat dilihat dengan teropong moderen.

Setelah melihat foto, ‘tahukan Anda di titik mana bumi itu berada?’ Masih Anda anggap besarkah bumi ini? Tidak lebih besar dari sebutir debu, terabaikan dan tidak dikenal oleh debu-debu lainnya! Bumi saja tidak terdeteksi keberadaannya, apalagi manusia secara fisik. Anda, saya dan siapapun yang mendiami bumi ini sebetulnya ‘hanya’ menempel pada senoktah debu, melayang di langit yang kelam. Manusia seperti sudah kemana-mana mengarungi samudera dan melintasi benua, padahal tidak kemana-mana!

Kalau saya jadi penduduk di salah satu butiran debu tersebut, saya mungkin juga tidak memperdulikan ada butiran debu lain yang namanya ‘bumi’. Penduduknya ‘aneh’, sering gontokgontokkan, merasa paling berkuasa, paling super, suka berbohong untuk menutup kebohongannya, menggerogoti bumi, menafkahkan harta haram untuk keluarganya, saling menghujat, bergunjing. Yang lebih parah, membuat kerusakan di muka bumi, padahal bumi tersebut tempat tinggalnya, keluarganya dan anak cucunya kelak. Susah melihat orang mendapat senang dan senang melihat orang dalam kesusahan (QS Ali Imran ; 120). Saya akan menamakan penduduk bumi alien juga, karena belum teridentifikasi di planet saya J.

Acara Kick Andy yang ditayangkan Jum’at, 14 Januari 2011 pukul 21.30 WIB cukup menarik. Salah satu tamu yang didatangkan dalam tajuk ‘Berjaya di Negeri Orang’ tersebut adalah Dr. Joni Setiawan. Pria berusia 36 itu merupakan ahli Astrofisika asal Indonesia, menemukan planet baru di tata surya yang mendapat apresiasi di negeri tempatnya mengabdi, Jerman.

Sebelum sesi wawancaranya berakhir, Andy F Noya menanyakan keyakinan Joni, apakah ada kehidupan lain seperti di bumi dalam tata surya lain? Jawabannya, bisa saja ‘ada!’ Namun untuk berkomunikasi diperlukan ratusan tahun cahaya untuk sampai ke tempat tujuan komunikan. Balasan dari informasi yang disampaikan itu tidak pernah diterima orang yang menyampaikan karena keburu mati! Nggak bakalan nyambung. Belum lagi kemungkinan informasi yang disampaikan nyasar kemana-mana.

Perhatikan lagi gambar  bima sakti di atas, debu mana yang akan dituju? Alat apa yang akan digunakan sebagai pengantar komunikasi? HP? Teleport? Jangankan keluar orbit, berkomunikasi dalam daerah sendiri sering putus-putus karena gangguan signal. Samakah rambat gelombang suara di bumi dengan di atmosfer hampa udara? Perhitungan penanggalan juga berbeda, karena kita menggunakan matahari sebagai pedoman pergantian siang dan malam yang tidak berlaku jika sudah keluar dari orbit bumi.

Stephen Hawking, ilmuwan Astrofisika legendaris abad 20 yang berasal dari Inggris menyatakan hal senada dengan Joni Setiawan. “Menurut otak matematika saya, dugaan mengenai alien itu benar-benar rasional,” kata Hawking dalam suatu program di stasiun televisi Discovery Channel.

Pak Hawking, yang terkenal sebagai penemu teori “Lubang Hitam (Black Hole) dan Dentuman Besar (Big Bang)” mengungkapkan bahwa manusia sebaiknya tidak berhubungan dengan mahluk luar angkasa. “Bila alien menyambangi kita, hasilnya sama saja ketika Columbus mendarat di [Benua] Amerika, yang berakibat tidak baik kepada penduduk asli Amerika,” lanjut Hawking.

Mudah-mudahan alien yang dimaksud Pak Howking tidak sampai ke dalam orbit bumi dan nyasar kemana-mana, ke butiran debu lainnya agar kehidupan kita aman dari predator. Sama nyasarnya Coloumbus yang menyangka bahwa dia telah sampai ke India dan terlanjur menamakan penduduk aslinya Indian. Betul kan Pak Hawk? J

Berbeda dengan Joni Setiawan dan Stephen Hawking, ilmuwan senior dalam bidang Astrofisika dari Universitas Harvard, AS, Dr Howard Smith menyatakan kemungkinan besar tidak ada alien di luar sana. Itu artinya tidak perlu membuang waktu menjalin kontak atau berhubungan dengan mahluk yang digambarkan berkulit hijau dan bermata besar tersebut, lanjutnya. Kalaupun ada, sangat tidak masuk akal bisa menjalin kontak dengan mereka.

Menurut Smith, planet-planet tersebut terlalu dekat dengan matahari mereka atau sebaliknya, terlalu jauh. Itu artinya, kalau tidak panas ekstrim, planet-planet itu terlalu dingin untuk mendukung adanya kehidupan. Selain itu, orbit yang tidak beraturan akan membuat temperatur tidak menentu. Air tak mungkin ada.

“Kita telah menemukan sebagian besar planet lain sangat jauh berbeda dengan Bumi. Juga tata surya kita. Lingkungan mereka sangat kejam untuk sebuah kehidupan,” kata Smith seperti dimuat Daily Mail, Senin 24 Januari 2011.

“Informasi yang kita dapatkan mendukung fakta bahwa kita secara efektif sendirian di alam semesta.” Tuntas Smith.

Demikian juga peneliti dari University of London. Baru-baru ini mereka mengeluarkan analisa bahwa ada 40.000 planet yang mungkin jadi dunia para alien.

Namun, untuk Smith, estimasi Hawking maupun penelitian University of London terlalu optimistis. “Harapan untuk melakukan kontak dengan mahluk asing dibatasi gelembung kecil angkasa di sekitar Bumi. Mungkin mencapai 1.250 tahun cahaya dari planet. Alien tak akan mungkin menerima sinyal dari Bumi dan membalas sinyal itu. Jeda komunikasi akan makan waktu puluhan tahun atau bahkan abad.” Tuntasnya, yang dikutip dari vivanews.com.

    9. KESIMPULAN

Manusia diciptakan dalam sebaik-baiknya bentuk. Kemampuannya untuk mengemban kakhalifahan di atas permukaan bumi menandakan kesuperannya di atas mahluk ciptaan Sang Maha Pencipta lainnya, bahkan oleh Jin dan Malaikat sekalipun. Dengan dibekali akal dan pikiran, manusia berkelana di atas permukaan bumi meningkatkan derjat kemanusiannya.

Pada awal terciptanya peradaban, keakraban manusia berdampingan dengan mahluk lain, ion-ion positif dan negatif di luar egonya sering dilakukan. Keakraban tersebut menjadikan beberapa karya monumental yang sulit diterima nalar bagaimana menciptakannya. Misteri Stonehenge sampai sekarang belum terpecahkan. Jauh sebelum itu Putri Balqis terkejut bukan kepalang ketika istananya pindah dalam sekejap ke tempat istananya Nabi Sulaiman. Penciptaan Candi Borobudur masih misteri, sama halnya dengan kejadian Candi Sewu yang konon diciptakan dalam semalam!

Kemampuan-kemampuan di atas lambat laun sirna karena kemauan manusia itu sendiri. Egonya yang kuat untuk melogikakan alam ini mengerdilkan kedigdayaannya di bidang ‘metafisika’. Seluruh kejadian harus dapat dilogiskan dengan nalar dan dibuktikan secara ilmiah. Pernyataan tersebut dapat disetujui dan ada benarnya. Anda akan terkejut jika tiba-tiba saja ada orang lain berdiri di samping Anda tanpa melihat proses keberadaannya. Akan banyak orang terkena serangan jantung dan rentan meninggal dunia karena jantungnya sering dipicu dan dipacu. Harus ada sebab dan akibatnya.

Keberadaan alam dan isinya ini diciptakan untuk manusia oleh Sang Maha Pencipta. Dengan demikian, mahluk-mahluk lainnya, apakah itu yang namanya alien dalam bentuk ion-ion plasma selayaknya dijadikan mitra dalam meningkatkan taraf kehidupan manusia. Potensi untuk menjadi setan dan malaikat ada pada diri setiap orang.

Kemampuan hati dalam menerima ilham kreatifitas dan logika akal mengolah informasi dapat mewujudkan karya-karya monumental yang mencengangkan dunia. Apakah ilham itu berupa keburukan seperti kreatifitas dalam memaling harta milik orang menjadi miliknya, memutarbalikkan fakta untuk menjatuhkan orang lain dan sebagainya, juga dapat mencengangkan dunia. Prosesnya sama dengan membuat CC, merubuhkan sebagian orang lain dan membiarkan orang lain tetap berdiri agar idenya dapat terwujud.

Ilham kebaikkan sebaliknya, berupaya agar apapun yang ada di alam ini tetap berdiri, berupaya menumbuhkembangkan, menjaga keseimbangan, bersahabat dengan lingkungan, menciptakan kedamaian dan kesejukan di manapun berada.

    10. PENUTUP

Ternyata alien itu ada di sekitar kita. Dia ada dan sedia karena dia juga merupakan energi, muncul karena terciptanya kolom udara yang terionisasi (plasma vortex). Energi tersebut dapat meletup dan mengeluarkan pijaran-pijaran ide, menghasilkan kreatifitas dan teknologi untuk peradaban manusia. Dia akan terbang dengan piringnya semau-maunya, hinggap di mana saja, termasuk ke dalam diri Anda. Dapat mendatangkan penyakit dan memusnahkan kehidupan atau mendatangkan kebaikan berupa temuan-temuan baru yang bermanfaat untuk peradaban berupa karya-karya seni, teknologi dan budaya. Lihatlah makhluk yang tidak terdeteksi itu dengan mata hati, karena mata kepala sering menipu. Lihatlah dia sejernih mungkin, sebening mungkin. Matanya besar, penuh kejujuran memandang Anda, tubuhnya hijau pertanda kesuburan, keteduhan. Jangan membuat dia murka, kalau tidak ingin Anda celaka.

CC yang ditemui di Sleman murni buatan alien yang diwujudkan oleh manusia. Saya mengucapkan selamat untuk Anda yang telah dikunjungi UFO tersebut. Karya Anda luar biasa, bikin fresh. Kemampuan Anda mengeksekusi seni instalasi tersebut dalam hitungan menit bersama teman-teman saya acungkan jempol. Persiapan dan latihannya saya yakin, jauh lebih lama dari d’day. Sayang, team kreatif tidak terlalu baik kerjanya di Piyungan, Bantul. Pemilihan medan kurang tepat. Mungkin sebagai latihan atau gladibersih untuk menjaga kesolidan kelompok. Entahlah, hanya Anda yang tahu, temanku, yang bernama ‘ALIEN’. Kerja Anda jadi topik berita di media masa elektronik dan cetak beberapa hari, mengistirahatkan kosentrasi terhadap isu-isu para badut lainnya yang bikin borring, menyebalkan.

Saya tunggu karya Anda selanjutnya berupa Siluet Borobudur, Nyi Roro Kidul, Gatot Kaca, atau bahkan Lambang Sebuah Partai! Mengapa tidak? Sebuah lahan baru untuk kampanye. Biar nanti kami simpulkan anggota partai Anda alien semua! Dijamin lebih seru! Sulit? Nggak apa-apa, …pelan-pelan saja…, kata group band Kotak. SALAM HOAX!!!

R U J U K A N

  1. Al-Qur’anul Karim
  2. Alder, Irving; Seeing the Earth from Space, Signet Sinence Library, New York, 1962
  3. Hawking, Stephen, terjemahan Hadyana Pudjaatmaka; Riwayat Sang Kala, Dari Dentuman Besar hingga Lubang Hitam, Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 1994.
  4. Pasachoff, Jay M; Astronomi, from the Earth to the Universe, Sauders College, Philadelphia, 1979.
  5. Kick Andy; Berdaya di Negeri Orang, Metro TV, Jum’at, 14 Januari 2011
  6. Kompas.com; Angin Ion Mungkin yang Ukir Crop Circle
  7. Kompas.com; Tim BAPETEN dan LAPAN Teliti Jejak UFO
  8. Kompas.com; “Crop Circe” Dahulu Baru Angin Kencang
  9. Kompas.com; Bukti-Bukti Crop Circle Buatan Manusia
  10. Kompas.com; Bentuk Crop Circle ke Dua Seperti Daun
  11. Kompas.com; Teliti Batang Padinya, Rebah Tidak?
  12. Kompas.com; Fenomena Crop Circle Dimulai Sejak 1686
  13. Kompas.com; Lagi-Lagi Didahului Suara Gemuruh
  14. Metrotvnews.com; Boscha, “Tamu di Sleman Bukan UFO”
  15. Okzone.com; Sejak 1980 ada 10.000 Crop Circle di Dunia Dibuat di Malam Hari
  16. Okzone.com; Terinspirasi dari UFO
  17. Okzone.com; Segera Bukitikan Agar Tidak Simpang Siur
  18. Tempo Interaktif; Medan Magnet dan Bisnis Crop Circle
  19. Tempo Interaktif; Klaim Mahasiswa Pembuat Crop Circle Diragukan
  20. Tempo Interaktif; Pola Crop Circle Sleman Umum
  21. Tempo Interaktif; Crop Circle Sleman Kreasi Manusia dengan Teknologi Bumi
  22. Tribunnews.com; Bentuk Crop Circle Sleman Sudah Diprediksi Ilmuwan Jerman
  23. Tribunnews.com; Ahli Nujum Bantul Menjamin Crop Circle Sleman Buatan UFO
  24. Tribunnews.com; Biarkan Crop Circle Berbah Tetap Jadi Misteri
  25. Vivanews.com; Jangan Berkomunikasi dengan Alien
  26. Vivanews.com; Crop Circle Hanya Lelucon
  27. Vivanews.com; Bila Karya Seni, Crop Circle itu Luar Biasa
  28. Vivanews.com; Ilmuwan Harvard “Alien itu Tidak Ada”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s